KRITIK PEDAS MAHASISWA JURUSAN PERFILMAN & ANIMASI UMN MENGENAI FILM ANIMASI MERAH PUTIH : ONE FOR ALL. Loncat ke konten

KRITIK PEDAS MAHASISWA JURUSAN PERFILMAN & ANIMASI UMN MENGENAI FILM ANIMASI MERAH PUTIH : ONE FOR ALL.

28 Nov 2025 · Politics

Kompas Corner, Tangerang – Menjelang hari kemerdekaan, Indonesia digemparkan  oleh penayangan film animasi yang menuai banyaknya kontra bagi kalangan penikmat film  tanah air. Hal ini dikarenakan kualitas-nya yang tidak layak untuk ditayangkan, dan pembuatan  film yang memberikan kesan buruk dengan penggunaan AI (Artificial Intelligence).  

Banyaknya penikmat film, maupun pekerja film buka suara mengenai hal ini yang  dengan tegas menyatakan penolakan terhadap distribusi film ini ke bioskop tanah air.  Menanggapi hal ini, sebagai penerus industri perfilman tanah air, mahasiswa perfilman dan  animasi juga turut buka suara mengenai hal ini.  



Ananda Vieri, Mahasiswa UMN jurusan animasi semester 5 berpendapat bahwa film  ini hanya merusak citra animasi tanah air. “Ya menurut gue sih, Hal ini gak layak untuk  ditayangkan. Apalagi dengan produksi yang cenderung asal – asalan, animasi curian serta  storytelling yang gak jelas, a big no sih, kalau dari gue.” Sebelumnya, Nicho, seorang  mahasiswa film UMN semester 5 berpendapat bahwa film ini hanyalah pencemaran nama baik untuk industri film kita dimasa yang akan datang. “Jujur gak jelas ajasih, storytelling-nya  ngaco. Soundnya ga niat, scoring asal-asalan, karakternya jelas banget AI-nya, ini cuma  menodai nama baik industri perfilman kita, mending gak usah tayang.” 



Komentar

Silakan login untuk berkomentar.

Related